RIANG-Sambil berorasi warga menghibur diri di titik jalan rusak. (Foto AEP)

Warga: Bupati Lontong! Eh. Tolong!

Bogor Times, RUMPIN – Kondisi jalan rusak yang telah berlangsung lama membuat sejumlah masyarakat kesal. Tak jua ada perbaikan meskipun upaya komunikasi, koordinasi  hingga demonstrasi terus dilakukan masyarakat.

“Bupati Lontong! Eh..Tolong ! jalan ini tolong diperhatikan. Kan sudah janji,” tukas Humaidi sambil meragakan renang gaya bebas di kumbangan jalan pada Minggu  (1/3/2020).

Berbeda dengan aksi sebelumnya, kali ini Warga Desa Sukamulya melakukan berbagai kegiatan di lokasi jalan dengan kerusakan terparah. Warga menanam sebuah pohon pisang ditengah jalandan  menebar ikan di lubang – lubang jalan yang dipenuhi air bercampur lumpur.

Baca Juga:  HUT Korpri Kabupaten Bogor Sabet Rekor MURI

Menurut Anto (28) warga RT 06 RW 01 Desa Sukamulya, kerusakan jalan sepanjang (+-) 2 KM tersebut sudah lama terjadi dan sudah bukan merupakan rahasia umum. Padahal menurutnya, jalan milik Pemkab Bogor tersebut, lokasinya tidak jauh dari ibu kota negara dan sudah puluhan tahun tidak tersentuh pembangunan. “kondisi jalannya rusak parah, banyak kubangan air bercampur lumpur ketika musim hujan. Padahal jalan ini adalah akses utama yang menghubungkan warga Desa Dangdang, Legok, Tanggerang dengan Desa Sukamulya, Rumpin Kabupaten Bogor.” ungkap Anto.

Sementara tokoh muda Kecamatan Rumpin Junaidi Adi Putra mengungkapkan, masyarakat Desa Sukamulya sebenarnya sudah beberapa kali mendengar informasi terkait rencana pembangunan jalan tersebut. Namun hingga saat ini, sambungnya, tidak pernah terealisasi. “Entah apa yang menyebabkan pihak Pemkab Bogor tidak memperhatikan jalan utama kelas kabupaten tersebut,” ungkapnya.

Baca Juga:  Langganan Banji, Pemkab Tambal Jalan

Junaedi menegaskan, bahwa aksi yang dilakukan warga saat ini, merupakan bentuk protes agar Pemkab Bogor segera membangun jalan tersebut. Dia menandaskan, jika memamg ada pihak-pihak yang  menghambat pelaksanaan rencana pembangunan jalan tersebut, seharusnya Pemkab Bogor bicara terbuka dengan masyarakat. “Itu jalan umum, jalan masyarakat yang sama-sama punya hak untuk diperhatikan dan diperbaiki. Jangan hanya membuat masyarakat berharap.” Cetusnya.

Terpisah, Nurul Ahyar selaku staf Seksi Pembangunan Kecamatan Rumpin mengatakan, bahwa sekitar tahun 2017 memang pernah ada rencana pembangunan jalan ruas Cicangkal Legok tersebut. Namun rencana tersebut batal karena ada kendala teknis di lapangan yang tidak bisa dijelaskan secara utuh. “Tapi untuk tahun 2019 ini, rencananya akan ada kegiatan perawatan jalan tersebut,” ungkap Uyung, sapaan akrabnya.

Baca Juga:  PMII Desak Perbaikan Jalan Berlubang

Sementara untuk rencana peningkatan jalan tersebut, sambung Uyung, rencananya baru akan dilakukan pada tahun anggaran 2021 mendatang dengan betonisasi. Dia mengatakan, rencana tersebut sudah masuk dalam Musrenbang Kecamatan dan sudah masuk ke dalam SIMRAL. “Jadi tahun 2019 ini rencana kegiatannya perawatan. Sedangkan peningkatan jalan akan dilakukan pada tahun berikutnya yaitu tahun anggaran 2021.” Pungkas Uyung.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan