Waspada! Jajanan Es Anak Tak Sehat

Bogor Times, Opini-Alhamdulillah, akhirnya datang juga bukti terbit Seri Hati-Hati dengan Jajanan. Ini adalah buku saya terbitan kedua di tahun 2020 setelah buku Aku Tahu Makanan Bergizi.

Saya menulis buku ini berawal dengan kekhawatiran banyaknya jajanan yang tidak aman di sekitar anak. Banyak makanan yang berwarna mencolok, makanan yang mengandung pengawet, dan makanan yang tercemar mikroba.

Seri Hati-hati dengan Jajanan terdiri atas tiga tema. Masing-masing tema mempunyai dua judul cerita.

Hati-Hati dengan Jajanan yang Mengandung Pewarna
Ada 2 cerita:

Jajanan Serba Merah untuk Miss Red
Ada anak bernama Shelly yang biasa dipanggil Miss Red karena kesukaannya pada semua yang serba merah termasuk jajanan. Oleh karena itu, Bibik Topi Pandan penjual jajan di sekolahnya menyediakan jajanan yang serba merah karena dia sering memborong jajanan itu. Tapi, benarkah jajanan yang serba merah itu aman?

Baca Juga:  Es Bisa Kena Corona?

Para Pengejar Pelangi dan Es Gosrok
Zaza, Aga, dan Iqbal adalah tiga anak yang menamai diri mereka para Pengejar Pelangi. Hal ini karena mereka suka sekali melihat pelangi setelah hujan reda. Saat asyik melihat pelangi, mereka bertemu dengan Bang Jalil, penjual es gosrok warna-warni pelangi. Wah, tapi mengapa Aga merasakan es Bang Jalil agak pahit, ya? Ada apa dengan es gosrok Bang Jalil?

  1. Hati-Hati dengan Jajanan Mengandung Pengawet

Ada 2 cerita:

Bakso Paling Awet
Attar membawakan bakso paling awet ketika belajar bersama dengan Shifa, Rafi, dan Mira. Tapi, bakso paling awet itu ternyata mengandung boraks, hingga mereka pun tidak jadi makan bakso. Shifa menyarankan untuk membeli bakso yang aman. Seperti apa bakso yang aman itu?

Baca Juga:  Ikan Cupang Atasi Stress Anak Hadapi Corona

Dikejar Hantu Formalin
Hii … Deni dikejar hantu formalin setelah membeli mi ayam di warung langganannya. Kenapa hantu itu mengejar Deni? Apa hubungannya dengan mi ayam?

  1. Hati-Hati dengan Jajanan Mengandung Mikroba

Ada 2 cerita:

Roti Paling Murah dengan Bonus Jamur
Ita berjualan roti buatan ibunya di sekolah. Harganya pun murah, hanya Rp1.000,00. Tapi, roti itu tidak laku karena ada Kamal yang menjual roti dengan harga Rp500,00 sehingga teman-temannya lebih memilih membeli pada Kamal. Tapi, mengapa setelah makan, Reno muntah dan mengeluh roti Kamal pahit? Ada apa dengan Roti Kamal yang murah itu?

Misteri Pembeli Buah
Bagi Lala, Bapak topi hitam yang suka membeli buah-buahan yang sudah membusuk di toko bapaknya itu misterius. Dia mengaku membeli buah untuk pakan ternaknya, tapi mengapa kemudian Lala menjumpai bapak itu di sekolahnya berjualan jus buah? Ada apa dengan jus buah yang dijual si Bapak topi hitam?

Baca Juga:  Inilah Manfaat Jilbab Menurut Islam

Buku ini, selain berisi cerita yang unik menarik, juga mengandung pengetahuan tentang bahan pewarna, pengawet, dan cemaran mikroba dalam jajanan. Harga tiap buku sangat terjangkau yaituRp38.000,00, dan bisa didapatkan di toko buku offline dan online.

Terima kasih buat editor saya, Mas Dhita Kurniawan, serta tim illustrator, Innerchild, Danang Suyudi, dan Fei Chan. Semoga buku-buku ini dapat bermanfaat dan menambah pengetahuan bagi seluruh anak-anak Indonesia. (Dyah Umi Purnama)

Bagikan:

Tinggalkan Balasan