Wiwin Terduga Pelaku Pungli Yakin Tidak Bakal Ditangkap Polisi. Asal Duduk Bersama Dan Mengutamakan Musyawarah.

Bogor Times,Kota Bogor- Program bantuan rumah tidak layak huni ( RTLH ) untuk warga miskin kembali menuai masalah. Pasalnya, dana RTLH peruntukan untuk warga tidak mampu ini diduga dipotong oleh ketua RT setempat bernama Wiwin.

Adalah Ramdan Setiawan ( 32 ) anak kandung Darsih Suningsih ( 48 ) warga Kampung Pada Beunghar RT 02/09, Kelurahan Babakan Pasar, Kecamatan Bogor Tengah yang diduga jadi korban tindak pidana korupsi.

“Pengajuan RTLH ini diperuntukkan untuk orangtua saya sejak tiga bulan yang lalu,”kata Ramdan kepada Bogor Times saat ditemui di rumahnya di Kampung Pada Beunghar RT 02/09 pada Sabtu ( 26-09-2020 )

“Dan uang itu dicairkan melalui rekening bank BJB milik orang tua. Dan saat pengambilan uang, ketua RT juga ikut. Namun anehnya, saat malam harinya justru ketua RT datang ke rumah untuk meminta jatah sebesar Rp 500 ribu,”aku Ramdan kepada wartawan media ini.

Baca Juga:  Prihatin, Guru Ngaji Diami RTLH

Meski mengaku hati ibunya berat untuk memberikan uang itu, Darsih, tetap mau memberikan rupiahnya kepada Wiwin. Namun, setelah uang itu diberikan, ke esokan harinya Darsih pun melaporkan tindak pidana pungli itu kepada anaknya, Ramdan. Lelaki berusia 32 tahun ini pun, mengaku kesal dan tidak terima dengan kelakuan RT nya.

Ramdan mengatakan, untuk dugaan tindak pidana pungli ini tepatnya terjadi pada Selasa 22 September lalu. Mungkin karena syok, saat dipalak, Darsih pun tidak lagi menanyakan peruntukan uang itu kepada ketua RT nya.

“Hingga saat ini kami juga tidak berani melaporkan perbuatan Wiwin kepada polisi dan juga ke pihak kelurahan, itu karena kami takut jika nanti ketua RT justru malah akan mempersulit bantuan selanjutnya yang akan kami terima dari pemerintah,”papar Ramdan.

Baca Juga:  PCNU Kabupaten Bogor Bantu Neng

Di kampungnya kata Ramdan, tidak hanya dirinya yang menjadi korban tindak pidana pungli. Tetangganya yang lain, sebanyak dua orang, juga ada yang bantuanya RTLH nya juga turut dikorupsikan.

Atas kejadian ini, Ramdan pun sangat menyayangkan minimnya pengawasan Lurah Babakan Pasar. Jika saja pengawasan dilakukan, mungkin ini tidak bakal terjadi. Ramdan pun berharap, pihak ke polisian juga turun untuk melakukan pengecekan.

“Jadi uang yang kami terima saat ini hanyalah Rp 10.500.000. Jangankan uang segitu, jumlah uang nominal Rp 10.000 ribu saja sangat sulit pada masa pandemi ini. Uang yang diberikan pemerintah rencananya akan kami pergunakan untuk memperbaiki genting yang bolong, dan mengganti tiang-tiang rumah yang juga sudah rapuh karena dimakan rayap,”jelas Ramdan.

Baca Juga:  PCNU Kabupaten Bogor Bantu Neng

Sementara itu, terduga pelaku pungli, ketua RT 02/09 Wiwin saat ditemui dirumahnya membantah dugaan pungli yang dia lakukan. Wiwin tetap kekeuh, mengatakan, bahwa dirinya tidak memotong bantuan RTLH. Setelah lama diwawancara, dia pun mengaku bahwa uang yang dia palak, dipergunakan untuk biaya pembukaan rekening dan untuk mencuci foto.

“Kami juga tidak memiliki uang kas. Bahwa uang yang dipotong untuk biaya kopi dan lima foto dan kopi rokok berikut biaya yang lainya. Sebaiknya disikapi saja. Saya yakin tidak akan ditangkap polisi jika bisa duduk bersama dan melakukan musyawarah,”singkat ketua RT.

Redaktur Febri Daniel Manalu

Bagikan:

Tinggalkan Balasan