Yayasan Tatim Piatu/Pondok Pesantren Al Mukhlisin Berbagi Daging Qurban

CISEENG, Bogor Times- Yayasan Tatim Piatu/Pondok Pesantren Al Mukhlisin kembali membagikan daging qurban pada ribuan santri dan masyarakat di Hari Raya Idul Adha 1442 Hijriah yang jatuh pada Selasa, 20 Juli 2021.

Dari total keseluruhannya, ratusan di antaranya adalah para anak yatim.
Ketua Umum Yayasan & Ponpes Al Mukhlishiin, Ir.Iin Indra Ningsih Abidin menerangkan, kegiatan qurban di dalam pondok pesantren merupakan rutinitas tahunan. 

“Alhamdulillah wasyukrulillah, Yayasan Yatim Piatu/Pondok Pesantren Al Mukhlishin yang berdomisili di Kecamatan Ciseeng- Bogor Jawa Barat yangmengasuh, membina, mengajar dan mendidik anak-anak yatim piatu dan sejumlah para santri non yatim, setiap tahunnya selalu mendapat kepercayaan dari masyarakat untuk menyelenggarakan ibadah penyembelihan hewan qurban,” kata Ketua Umum Yayasan & Ponpes Al Mukhlishiin, Ir.Iin Indra Ningsih Abidin pada Selasa (20/07/2021).

Menurutnya, ajaran berqurban dalam Islam bukan hanya menyembelih hewan qurban untuk meredakan kemurkaan Allah, dan penebusan dosa. Tapi juga mengandung perintah agar kita rela untuk mengabdikan diri di dalam berbagai kegiatan ibadah.

“Tentunya yang dimaksud adalah ibadah yang mengandung nilai-nilai dakwah islamiyah sebagai lambang keikhlasan hati untuk melaksanakan pengabdian dalam kehidupan dan segala sesuatu yang kita miliki guna taqorub (mendekatkan diri) dan menegakkan ajaran Allah di muka bumi ini,” ucapnya.

Baca Juga:  Haram Kurban Dengan Kemasan Kaleng? Ini Kata MUI

Tindakan nyata berqurban, sambungnya, adalah perbuatan ibadah yang disertai pandangan jauh ke depan. Hal ini dapat dilihat dari rasa kepasrahan yang mendalam Nabi Ibrahim AS untuk mengorbankan putranya, Ismail. 

“Anak adalah lambang kesenangan sesaatdan bersifat duniawi. Sementara ridho Allah SWT adalah sumber kebahagiaan abadi, dan untuk selama-lamanya,” kata dia.

Karena itu menurut Iin Indra, momentum Idul Adha juga memberi isyarat pentingnya pola edukasi spirit pengorbanan pada anak di usia remaja.
 “Demikian juga Ismail, meskipun masih remaja, suatu masa yang lazimnya penuh diliputi impian-impian. Namun Ismail tidak mau terpengaruh oleh bayangan kesenangan hidup yang sementara di dunia yang fana ini. Maka Ismail pun ikhlasbersedia untuk diqurbankan karena Allah,” bebernya.

Senada, Wakil Kepala Pondok Pesantren Al Mukhlisiin, Nanang Isom menerangkan. Dari kisah keluarga Nabi Ibrahim AS. ada beberapa petunjuk yang dapat kita jadikan sebagai pedoman hidup antra lain, pertama adalah kepatuhan Nabi lbrahim AS dalam melaksanakan perintah Allah SWT.

Baca Juga:  Santri Pondok Pesantren Dinyatakan Positif

“Hal ini tercermin dari kesungguhan dan keikhlasan untuk melaksanakan perintah Allah melalui mimpinya. Padahal perintah itu, menurut ukuran manusia sangat berat untuk dilaksanakan, yaitu menyembelih putranya yang amat disayangi sebagai qurban,” tuturnya.

Kedua, sikap Nabi Ibrahim yang tidak memaksakan kehendaknya. Hal initercermin pada permintaan Nabi Ibrahim AS terhadap anaknya untuk memberikan pendapat dalam menanggapi mimpinya. Ketiga, kerelaan Nabi Islamil untuk mengorbankan dirinya demi menjunjung tinggi perintah Allah SWT dan ketaatan kepada-Nya. 

Kisah perjuangan keluarga Nabi Ibrahim AS itu semoga mengilhami keyakinan kita semua untuk melaksanakan kegiatan ibadah dan senantiasa bersemangat dalam berikhtiar yang dilandasi ketaqwaan, kesabaran dan keikhlasan untuk mengharapkan keridoan Allah SWT. 

“Syukur Alhamdulillah, berkat usaha dan do’a, dengan disertaisemangat ibadah ldul Qurban di masa PPKM darurat sebagai ujian kesabaran bagi umat manusia masih dalam kondisi pandemi yang mendunia,” pungkasnya.

Di tempat yang sama, Bendahara Panitia M.Toyib, S.Pd menerangkan. Tahun ini hewan-hewan qurban yang diterima oleh panitia sebanyak 2 (dua) ekor sapi dan 20 ekor kambing. “Alhamdulillah para donator memberikan kepercayaan pada kami tiap tahunnya,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Kepala Madrasah Tsanawiyyah Al Mukhlisiin ini.

Baca Juga:  Abdullah Terpilih Jadi Ketua Umum IKA Pesantren Pondok Azzakiyah

Ia menjelaskan, setiap hewan kurban dari para donasi tersebut telah diperiksa oleh dokter hewan dan mendapatkan sertifikat kesehatan hewan yang menyatakan hewan tersebut sehat dan tidak menunjukkan adanya penyakit hewan menular strategis (PHMS).

“Semua telah disterilisasi oleh Dinas Peternakan daerah. Untuk memastikan daging hewan itu tak memberikan kemudhorotan atau layak dan aman dikonsumsi. Karena itu kami upayakan penyembelihan di bawah kontrol dokter hewan, ” kata M.Toyib.

Lebih lanjut, M.Toyib mengucapkan trimakasih pada para donatur antaa lain, Bapak Joko Mulyono, Bapak H. YusufHamka, Ibu Dr. Hj. Ariyani Sudharmono, S.pKK (K), Bapak Dr. Ir. H. Akbar Tandjung,Bapak Ir. Ahmad Rulantova, lbu Ir. lin Indraningsih Abidinuntuk Bapak H. Djaenuri Zaenal Abidin, Bapak H. Andi, Mannawi Mallawi, Muhammad Ashari Mannawi,Zulkifli Mannawi bin Mannawi Mallawi Bapak H. Hariadi Woryoatmodjo, Prof. Dr. H.M Atho Mudzhar, MSPD, Bapak Dr.H. Ahmad Baidhowi, MA, Ibu Pupu Asaari/Pudji Astuti, Bapak Mayjen (Purn) H. Nachrowi Ramli, SE, Ibu Dra. Hj. Umiyati,S.Pd.I, Ibu Dwi Priani,  Santri putri Pondok Pesantren Al-Mukhlishin danH. Sutrisno.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan