
KOTA BOGOR – Seorang atlet judo putri asal Kabupaten Karawang sempat mendapatkan penanganan medis setelah mengalami insiden saat bertanding pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026, Kamis (5/11/2026).
Atlet tersebut harus dibawa keluar arena menggunakan tandu setelah tidak mampu langsung bangkit dari posisi pertandingan.
Insiden itu terjadi dalam pertandingan judo kelas hingga 48 kilogram putri.
Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Judo Kota Bogor, An-An Andri, mengatakan atlet tersebut diduga mengalami kesulitan bernapas ketika berada di posisi bawah dan tertindih lawan saat pertandingan.
“Iya, karena dia kehabisan napas, karena ketindih. Dia di posisi bawah, ketindih dan dia tidak bisa napas,” ujar An-An saat dimintai keterangan.
Selain mengalami kesulitan bernapas, atlet tersebut juga disebut mengalami gangguan pada bagian bahu.
An-An menduga terdapat cedera berupa keseleo atau kemungkinan dislokasi, tetapi belum ada keterangan medis yang memastikan jenis cedera tersebut.
Menurutnya, petugas medis yang berada di lokasi langsung memberikan pertolongan setelah insiden terjadi.
“Alhamdulillah dari teman-teman tim medis bisa menangani dengan baik,” katanya.
An-An menyebut atlet tersebut tidak perlu dibawa ke rumah sakit setelah mendapatkan penanganan di lokasi pertandingan.
Ia bahkan mengatakan atlet yang bersangkutan telah kembali mengikuti pertandingan setelah kondisinya membaik.
“Udah tanding lagi. Jadi aman,” ujarnya.
Menurut An-An, insiden tersebut merupakan salah satu risiko dalam pertandingan judo yang melibatkan teknik bantingan maupun penguncian posisi.
Ia juga menyebut insiden tersebut tidak menyebabkan penghentian pertandingan secara berkepanjangan.
Meski demikian, kondisi medis atlet secara terperinci belum dapat dipastikan karena belum diperoleh keterangan langsung dari atlet maupun petugas medis yang memberikan pertolongan.