Ketua PC Pagar Nusa Kabupaten Bogor Gus Fiqi: Silat Bermanfaat untuk Kesehatan Fisik dan Pembentukan Karakter Anak

BOGOR TIMES – Olahraga pencak silat tidak hanya menjadi sarana bela diri, tetapi juga memiliki manfaat besar bagi tumbuh kembang anak. Selain melatih kebugaran fisik, pencak silat dapat menjadi media pendidikan karakter, kedisiplinan, keberanian, serta penanaman akhlak sejak usia dini.

Ketua Pimpinan Cabang (PC) Pencak Silat Nahdlatul Ulama (PSNU) Pagar Nusa Kabupaten Bogor, Gus Fiqi, menilai olahraga pencak silat memiliki peran penting dalam membentuk generasi muda yang sehat, berkarakter, dan mampu menjaga diri.

Menurutnya, latihan pencak silat yang dilakukan secara teratur dan sesuai usia dapat membantu meningkatkan kekuatan otot, keseimbangan tubuh, kelenturan, koordinasi gerak, serta daya tahan fisik anak.

“Pencak silat bukan sekadar belajar memukul, menendang, atau membela diri. Di dalamnya ada pendidikan kedisiplinan, tanggung jawab, penghormatan kepada guru, serta pembentukan akhlak,” demikian pesan yang dapat disampaikan dalam pendidikan pencak silat untuk anak.

Melatih Disiplin dan Kepercayaan Diri

Gus Fiqi menekankan bahwa pembinaan pencak silat sejak dini perlu diarahkan bukan hanya pada kemampuan teknik, tetapi juga pada pembentukan mental dan kepribadian.

Melalui latihan rutin, anak belajar mematuhi aturan, menghargai pelatih dan teman, mengendalikan emosi, serta bersikap sportif ketika menghadapi kemenangan maupun kekalahan.

Pencak silat juga dapat membantu anak membangun rasa percaya diri. Ketika mampu menguasai gerakan secara bertahap, anak belajar menghargai proses, berusaha lebih keras, dan tidak mudah menyerah menghadapi kesulitan.

Menanamkan Akhlak dan Menghindari Perundungan

Dalam pendidikan pencak silat, kemampuan bela diri harus disertai pengendalian diri. Anak perlu memahami bahwa ilmu yang dipelajari bukan untuk menyombongkan diri, menakut-nakuti teman, ataupun melakukan kekerasan.

Sebaliknya, keterampilan tersebut harus digunakan secara bertanggung jawab, termasuk untuk menghindari konflik dan melindungi diri ketika menghadapi situasi yang membahayakan.

Nilai-nilai tersebut sejalan dengan semangat PSNU Pagar Nusa yang mengembangkan pencak silat sekaligus pembinaan karakter dan akhlak generasi muda Nahdlatul Ulama.

Peran Orang Tua dan Sekolah

Pembinaan pencak silat bagi anak akan lebih optimal apabila mendapat dukungan orang tua, sekolah, dan pelatih. Program latihan perlu disesuaikan dengan usia, kondisi fisik, serta kemampuan masing-masing anak.

Pelatih juga harus mengutamakan keselamatan, pemanasan yang memadai, teknik yang benar, dan latihan secara bertahap. Dengan demikian, anak dapat mengembangkan kemampuan fisik tanpa mengabaikan kesehatan dan keselamatannya.

Melalui pembinaan yang terarah, pencak silat diharapkan mampu melahirkan generasi yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga berilmu, berakhlak, disiplin, dan memiliki kepedulian terhadap sesama.

Bagi Pagar Nusa, pembinaan anak sejak dini merupakan bagian penting dalam menjaga tradisi pencak silat sekaligus menyiapkan generasi penerus yang mampu membawa nilai-nilai keislaman, kebangsaan, dan kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.

Catatan redaksi: Naskah ini merupakan draf berita. Karena belum ada kutipan langsung atau keterangan wawancara dari Gus Fiqi yang diberikan, pernyataan dalam berita sebaiknya dikonfirmasi terlebih dahulu sebelum diatribusikan secara langsung kepada beliau.

Jika berita ini akan diterbitkan di Bogor Times, saya sarankan melengkapi satu kutipan asli Gus Fiqi, misalnya tentang manfaat silat bagi anak-anak di sekolah dan lingkungan masyarakat, agar berita lebih kuat secara jurnalistik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *