Judo Kota Bogor Tambah Satu Emas dan Dua Perunggu, Total Koleksi Medali Kini 10

Foto: Atlet judo Kota Bogor, Adis Raina, saat menghadapi atlet asal Karawang pada pertandingan kelas -63 kilogram kategori junior, Jumat (6/11/2026). Adis berhasil meraih medali emas. Foto : Febri Daniel Manalu.

KOTA BOGOR – Atlet judo Kota Bogor kembali menambah perolehan medali dengan meraih satu emas dan dua perunggu pada pertandingan kategori junior, Jumat (6/11/2026), di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat. Medali emas disumbangkan Adis Raina dari kelas -63 kilogram, sementara dua medali perunggu masing-masing diraih Raisa dari kelas -50 kilogram dan Reyhan dari kelas 55 kilogram.

Tambahan tiga medali tersebut membuat kontingen judo Kota Bogor kini mengoleksi total 10 medali, terdiri dari lima emas, dua perak, dan tiga perunggu selama dua hari pertandingan.

Ketua Pengurus Cabang (Pengcab) Judo Kota Bogor, An-An Andri, mengungkapkan, ketiga atlet yang bertanding pada hari kedua berhasil menyumbangkan medali sesuai dengan nomor pertandingan yang diikuti.

“Alhamdulillah, hari ini memang cuma tiga kelas pertandingan. Kita dapat satu emas dan dua perunggu. Jadi dari hari pertama sampai hari kedua, semua kelas yang kita ikuti semuanya menghasilkan medali. Total sekarang lima emas, dua perak, tiga perunggu,” ujarnya.

An-An Andri menjelaskan, pada pertandingan hari kedua, Raisa berhasil menyumbangkan perunggu setelah menghadapi atlet asal Karawang. Sementara Reyhan meraih perunggu setelah bertanding melawan atlet Kabupaten Bandung.

Adapun medali emas diraih Adis Raina setelah mengalahkan atlet asal Karawang pada pertandingan kelas -63 kilogram junior.

Menurutnya, setiap atlet rata-rata harus menjalani sejumlah pertandingan sebelum mencapai perebutan medali. Persaingan antaratlet junior dinilai cukup ketat karena kemampuan teknik para peserta relatif merata.

“Kalau junior rata-rata kemampuannya sama. Yang membedakan itu kesiapan mental dan kecerdikan dia bertanding. Bagaimana dia bisa memanfaatkan situasi kelengahan lawan supaya bisa jadi juara,” jelasnya.

Ia mengakui, pihaknya sempat berharap seluruh atlet mampu meraih emas. Namun, setelah mempertimbangkan kondisi dan kemampuan masing-masing atlet, target yang ditetapkan untuk pertandingan hari kedua adalah satu medali emas.

“Sebetulnya kita berharap semuanya emas. Tapi kita juga mengukur diri dan memperhitungkan kondisi atlet serta prestasi mereka masing-masing. Sehingga target hari ini memang satu emas dan ternyata tercapai,” katanya.

Keberhasilan Adis Raina meraih emas, lanjutnya, tidak terlepas dari proses latihan yang dilakukan secara konsisten selama tiga tahun.

Menurutnya, persiapan atlet judo bukan hanya mengandalkan kemampuan teknik bertanding, tetapi juga membutuhkan kekuatan fisik, ketahanan tubuh, serta kedisiplinan dalam menjaga kondisi kesehatan.

“Latihannya rutin selama tiga tahun. Rutin, konsisten, fokus, kemudian menjaga pola makan, tidur teratur dan istirahat cukup. Itu yang paling utama,” ungkapnya.

Selain latihan teknik, para atlet juga menjalani program peningkatan kondisi fisik, antara lain berlari, berenang, hingga latihan angkat beban sesuai dengan kebutuhan kelas pertandingan.

An-An Andri menambahkan, pertandingan kategori junior telah selesai dilaksanakan. Kota Bogor mengirimkan atlet pada enam kelas junior yang dipertandingkan selama dua hari, dengan seluruh kelas berhasil menyumbangkan medali.

Selanjutnya, pertandingan kategori senior dijadwalkan mulai berlangsung pada Sabtu (7/11/2026). Persaingan pada kategori tersebut diperkirakan semakin ketat karena sejumlah atlet nasional turut ambil bagian.

“Kalau senior baru akan kelihatan, karena di senior ada atlet-atlet nasional. Itu yang membedakan,” ujarnya.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa pencapaian medali dalam Porprov bukan menjadi tujuan akhir pembinaan atlet judo Kota Bogor.

Menurutnya, para atlet masih memiliki peluang untuk melanjutkan pembinaan menuju kompetisi yang lebih tinggi, mulai dari Pekan Olahraga Nasional (PON), SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade.

“Medali emas sangat berarti karena kami punya target. Setelah ini kami persiapan untuk PON, kemudian SEA Games dan Asian Games. Mudah-mudahan untuk Olimpiade berikutnya kita bisa mengirimkan atlet,” pungkasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *