
BOGOR – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor merencanakan pemberian bonus sebesar Rp100 juta bagi atlet yang berhasil meraih medali emas nomor perorangan pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat 2026. Pembayaran bonus tersebut direncanakan dilakukan pada tahun anggaran 2027.
Hal itu disampaikan Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bogor, Dedy Sumarna, saat diwawancarai mengenai kesiapan anggaran dan target prestasi kontingen Kota Bogor dalam ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
“Peraih medali emas itu Rp100 juta,” kata Dedy di Kantor Kadispora Kota Bogor pada Rabu,4 November 2026.
Selain medali emas, Pemerintah Kota Bogor juga merencanakan bonus bagi peraih medali perak dan perunggu.
Dedy menyebutkan, bonus medali perak diperkirakan sebesar Rp35 juta, sedangkan medali perunggu sebesar Rp8 juta untuk nomor perorangan.
Namun, untuk besaran bonus perak, Dedy mengaku belum sepenuhnya memastikan angka tersebut.
Ia menjelaskan, pemberian bonus merupakan bentuk apresiasi yang telah direncanakan Pemerintah Kota Bogor terhadap atlet berprestasi, dengan pembayaran dijadwalkan pada 2027.
Di sisi lain, KONI Kota Bogor menargetkan kontingennya mampu meraih 100 medali emas dalam Porprov Jabar 2026.
Target tersebut meningkat dibandingkan pencapaian pada Porprov sebelumnya pada 2022, ketika Kota Bogor memperoleh 75 medali emas.
Dedy menegaskan, target 100 medali emas tidak ditentukan secara sembarangan, melainkan berdasarkan pendekatan sport science atau ilmu keolahragaan.
Menurutnya, terdapat berbagai indikator yang digunakan untuk mengukur potensi atlet dalam meraih prestasi, mulai dari kondisi fisik, kesehatan, psikologi, intensitas latihan, nutrisi hingga sarana dan prasarana pendukung.
“Jadi 100 medali emas itu bukan serta-merta kita menaksir,” ujarnya.
Dedy menyebutkan sejumlah cabang olahraga yang menjadi andalan Kota Bogor untuk mendulang medali, di antaranya menembak, judo, pencak silat, taekwondo, dan hapkido.
Sementara itu, terkait pendanaan Porprov 2026, Dedy mengungkapkan Pemerintah Kota Bogor menyiapkan anggaran sekitar Rp52 miliar yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Anggaran tersebut digunakan untuk mendukung kebutuhan kontingen Kota Bogor sekaligus penyelenggaraan pertandingan sebagai salah satu daerah tuan rumah.
Dari jumlah tersebut, sekitar Rp38 miliar dialokasikan untuk kebutuhan kontingen, termasuk dukungan pertandingan, insentif, pemondokan atlet, pelatih, ofisial, dan manajerial.
Sementara itu, sekitar Rp12 miliar diperuntukkan bagi kebutuhan penyelenggaraan, termasuk fasilitas pertandingan, honorarium wasit dan juri, serta perlengkapan pertandingan.
Meski telah menyebutkan alokasi secara umum, Dedy belum memaparkan rincian penggunaan anggaran untuk masing-masing kebutuhan tersebut.
Ia juga menyampaikan bahwa kebutuhan anggaran setiap cabang olahraga tidak sama karena menyesuaikan jumlah atlet, karakter pertandingan, dan kebutuhan teknis masing-masing cabang.
Adapun kontingen Kota Bogor yang terlibat dalam Porprov 2026 berjumlah 811 orang, termasuk 565 atlet. Mereka mengikuti pertandingan yang tersebar di sejumlah kabupaten dan kota di Jawa Barat.
Namun demikian, Dedy mengakui masih terdapat kekurangan anggaran sekitar Rp2,5 miliar untuk mendukung kebutuhan Porprov.
Menurutnya, kekurangan tersebut bukan disebabkan oleh tidak adanya perencanaan, melainkan keterbatasan kemampuan anggaran daerah untuk memenuhi seluruh kebutuhan.
Karena itu, pihaknya berupaya mencari dukungan sponsor serta mengajak berbagai pihak dan badan usaha berpartisipasi dalam mendukung penyelenggaraan Porprov.
Dengan dukungan tersebut, KONI Kota Bogor berharap kebutuhan penyelenggaraan dan kontingen dapat terpenuhi sekaligus menunjang pencapaian target 100 medali emas pada Porprov Jabar 2026.