Jelang Hari Santri, Ulama NU Kabupaten Bogor Komitmen Perkuat Persatuan, Dorong Pengembalian SK Kepengurusan


BOGOR TIMES — Menjelang peringatan Hari Santri Nasional, sejumlah ulama Nahdlatul Ulama (NU) di Kabupaten Bogor mendorong penguatan persatuan dan soliditas organisasi.

Salah satu upaya yang mengemuka adalah mendorong pengembalian kepengurusan PCNU Kabupaten Bogor sesuai dengan Surat Keputusan (SK) kepengurusan yang sebelumnya menetapkan KH Romdhon sebagai Rais Syuriyah.


Langkah tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya menjaga marwah organisasi sekaligus memperkuat ukhuwah di kalangan nahdliyin Kabupaten Bogor.


KH Diding mengamini pentingnya upaya tersebut. Menurutnya, persatuan dan kebersamaan harus menjadi prioritas dalam menyikapi dinamika internal organisasi.


“Yang terpenting adalah persatuan dan keutuhan NU. Kita berharap kepengurusan dapat kembali pada SK yang telah ditetapkan, termasuk posisi KH Romdhon sebagai Rais,” ujar KH Diding pada Jumat 16 Oktober 2026.


Menurutnya, momentum Hari Santri seharusnya menjadi pengingat bagi seluruh elemen NU untuk mengedepankan kepentingan jam’iyah dan umat di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.


Dorongan pengembalian pada SK kepengurusan tersebut diharapkan dapat menjadi jalan menuju rekonsiliasi dan memperkuat konsolidasi NU di Kabupaten Bogor.


“Hari Santri harus menjadi momentum untuk kembali merapatkan barisan. Perbedaan harus diselesaikan dengan musyawarah dan tetap menjaga adab serta persaudaraan,” demikian pesan yang mengemuka.


Langkah rekonsiliasi ini diharapkan dapat memperkuat peran NU dalam membina umat, menjaga tradisi keislaman Ahlussunnah wal Jamaah, serta berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat Kabupaten Bogor.****

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *