Cetak Generasi Bijak Berliterasi, SMP Muhammadiyah 22 Setiabudi Pamulang Sukses Gelar Journalist Day 2026

Kepala SMP Muhammadiyah 22 Setiabudi Pamulang, Ikhsan Saaepul Munir, M.Pd., tengah membuka acara Journalist Day 2026

BOGOR TIMES– Dalam upaya memperkuat kemampuan literasi sekaligus menangkal maraknya penyebaran berita bohong (hoaks) di dunia digital, SMP Muhammadiyah 22 Setiabudi Pamulang sukses menggelar program edukatif bertajuk Journalist Day 2026. Mengusung tema “Menjadi Pelajar Muhammadiyah Bijak Berliterasi, Menebar Syiar Kebaikan Melalui Jurnalistik Islami di Era Digital”, kegiatan ini berlangsung di Aula Utama dan ruang kelas multimedia SMP Muhammadiyah 22 Setiabudi Pamulang.

Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen sekolah dalam membentuk generasi pelajar yang kritis, kreatif, dan bertanggung jawab dalam memanfaatkan teknologi serta menyikapi arus informasi digital. Melalui pembelajaran jurnalistik, para siswa dibekali pemahaman mengenai pentingnya menyaring informasi, memverifikasi fakta, serta menyampaikan berita secara akurat dan beretika.

Sebagai salah satu sekolah unggul Muhammadiyah sekaligus Sekolah Model Pembelajaran Mendalam (PM) dan Koding dan Kecerdasan Artifisial (KKA) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, SMP Muhammadiyah 22 Setiabudi Pamulang secara konsisten mengimplementasikan konsep The Progressive School of Islam dalam pengembangan pendidikan.

Program Journalist Day 2026 juga menjadi bagian integral dari pengembangan kelas multimedia yang telah berjalan selama dua tahun terakhir. Kelas ini menjadi wadah bagi peserta didik untuk mengembangkan kompetensi digital, jurnalistik, dan penyiaran sekolah. Selain kelas multimedia, sekolah turut menghadirkan program kelas unggulan lainnya, yaitu kelas olimpiade, kelas Tahfizh, serta kelas internasional berbasis Cambridge.

Hadirkan Praktisi Media Profesional
Untuk memberikan pengalaman belajar yang nyata dan aplikatif, Journalist Day 2026 menghadirkan praktisi media profesional sebagai narasumber. Berdasarkan pembagian materi, Usman Azis, S.H., memberikan pembekalan kepada siswa kelas 7.5, sedangkan Syarief Oebaidillah, S.Sos., mendampingi siswa kelas 8.5.

Kehadiran para praktisi tersebut memberikan kesempatan kepada siswa untuk mengenal dunia jurnalistik secara langsung, mulai dari teknik pengumpulan informasi hingga proses penulisan berita. Para peserta juga diperkenalkan pada pentingnya profesionalisme, ketelitian, dan tanggung jawab dalam menghasilkan karya jurnalistik.

Kepala SMP Muhammadiyah 22 Setiabudi Pamulang, Ikhsan Saaepul Munir, M.Pd., menegaskan bahwa pembekalan jurnalistik yang berlandaskan nilai-nilai Islam merupakan bagian penting dalam membentuk karakter pelajar di tengah perkembangan teknologi informasi.

“Di tengah derasnya arus informasi digital saat ini, pelajar Muhammadiyah dituntut untuk menjadi garda terdepan dalam menangkal hoaks. Melalui prinsip Tabayyun, Siddiq, dan Amanah, siswa tidak sekadar diajak menjadi konsumen media yang kritis, tetapi juga produsen konten positif yang menyebarkan kebaikan,” ungkap Ikhsan Saaepul Munir, M.Pd dalam sambutannya pada 15 Oktober 2026.

Ia menambahkan, keterlibatan langsung para jurnalis senior dirancang untuk menghadirkan pengalaman belajar yang autentik sehingga siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mempraktikkan keterampilan jurnalistik secara terarah.

Praktik Jurnalistik Sesuai Jenjang Kelas
Dalam pelaksanaannya, kegiatan Journalist Day 2026 dirancang dengan pendekatan pembelajaran praktik yang disesuaikan dengan kebutuhan dan capaian masing-masing jenjang kelas.

Siswa kelas 7.5 mendapatkan kesempatan untuk mengikuti praktik lapangan secara langsung. Mereka mempelajari teknik wawancara, menggali informasi dari narasumber, serta menerapkan dasar-dasar reportase. Melalui kegiatan ini, siswa dilatih untuk mengamati peristiwa, menyusun pertanyaan, dan mengumpulkan fakta sebagai bahan pemberitaan.

Sementara itu, siswa kelas 8.5 diarahkan untuk mendalami teknik penulisan berita, termasuk mengolah informasi menjadi tulisan yang terstruktur, informatif, dan mudah dipahami pembaca. Selain itu, mereka mendapatkan pembekalan teknis mengenai penyusunan dan penerbitan majalah sekolah sebagai salah satu capaian akhir karya jurnalistik.

Perbedaan fokus pembelajaran tersebut diharapkan dapat membantu siswa mengembangkan keterampilan secara bertahap, mulai dari mengenali proses peliputan hingga menghasilkan karya jurnalistik yang layak dipublikasikan.

Jurnalistik Islami sebagai Media Dakwah Digital
Melalui Journalist Day 2026, SMP Muhammadiyah 22 Setiabudi Pamulang berharap para siswa mampu mengembangkan keterampilan jurnalistik sekaligus menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan kehati-hatian dalam menyampaikan informasi.

Prinsip Tabayyun mengajarkan pentingnya memeriksa kebenaran informasi sebelum menyebarkannya. Sementara itu, nilai Siddiq dan Amanah menjadi landasan bagi pelajar untuk menjunjung kejujuran serta bertanggung jawab atas setiap informasi dan konten yang dihasilkan.

Lebih dari sekadar kegiatan pelatihan, Journalist Day 2026 menjadi langkah nyata dalam menumbuhkan budaya literasi yang positif di lingkungan sekolah. Para siswa diharapkan tidak hanya menjadi pengguna media digital yang cerdas, tetapi juga mampu berkontribusi sebagai pembuat konten yang edukatif, inspiratif, dan bermanfaat bagi masyarakat.

Dengan semangat Dakwah Bil Qalam atau dakwah melalui tulisan, kegiatan ini diharapkan dapat melahirkan generasi muda Muhammadiyah yang bijak berliterasi, berintegritas, serta mampu menebarkan syiar kebaikan melalui karya jurnalistik di era digital.****

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *